Riset Hilirisasi · IPB University

Ketelusuran Spasial Sawit Rakyat, Siap Menghadapi EUDR

Web-GIS yang memetakan petak kebun sawit rakyat secara presisi dan memeriksanya terhadap tutupan hutan 2020, sebagai dasar verifikasi deforestation-free dan perencanaan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Tantangan Lapangan

Sawit Rakyat Belum Terpetakan, Pasar Global Menuntut Bukti

Regulasi Uni Eropa tentang produk bebas deforestasi (EUDR) mensyaratkan geolokasi poligon lahan produksi. Sebagian besar kebun rakyat belum memiliki data spasial yang tervalidasi.

Lahan Kecil & Terpencar

Kepemilikan lahan rakyat kecil dan tersebar, sehingga batas kebun belum terdelineasi secara spasial.

Verifikasi Manual

Pemeriksaan legalitas lahan masih manual, tersebar, dan belum terhubung dengan peta kawasan hutan maupun gambut.

Tuntutan Traceability

Produk sawit ke Uni Eropa harus terlacak hingga koordinat kebun dan bebas deforestasi setelah 31 Desember 2020.

Program PSR Kurang Tepat Sasaran

Tanpa data geospasial kebun, perencanaan peremajaan dan bantuan pemerintah sulit mencapai petani yang tepat.

Solusi Teknologi

Menghubungkan Data Kebun dengan Kepatuhan Pasar

Satu platform Web-GIS untuk memetakan, memeriksa, dan melaporkan status kebun sawit rakyat.

Tersedia

Peta Petak Kebun Digital

Poligon kebun lengkap dengan atribut pemilik, desa, luas, status lahan, dan umur tanaman; bisa difilter dan dicari.

Tahap 1 tersedia

EUDR Checker

Overlay otomatis petak dengan peta hutan 2020 (JRC GFC2020). Overlay kawasan hutan dan Kesatuan Hidrologis Gambut menyusul.

Pengembangan

Dashboard & Laporan

Rekap per desa dan status, laporan digital per petak, serta integrasi citra drone dan data produktivitas kebun.

Cara Kerja

Dari Lapangan ke Status Indikatif

Alur verifikasi yang transparan dan bisa diulang setiap kali data kebun diperbarui.

Survei & Delineasi

Batas kebun dipetakan melalui survei GPS dan drone bersama petani dan aparat desa.

Overlay Spasial

Setiap petak diiriskan dengan peta hutan 2020 untuk menghitung luas tumpang tindih.

Klasifikasi Indikatif

Petak diberi status berdasarkan ambang luas dan persentase tumpang tindih.

Verifikasi

Petak yang ditandai dicek dengan citra historis atau kunjungan lapangan sebelum diputuskan.

Tidak terindikasi

Tumpang tindih < 0,1 ha dan < 5% luas petak (umumnya efek tepi batas).

Perlu verifikasi

Tumpang tindih ≥ 0,1 ha atau ≥ 5% luas petak; dicek lebih lanjut, tidak otomatis dinyatakan tidak patuh.

Cakupan Pilot

Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau

Data petak sawit rakyat eksisting yang telah terdigitasi dan dianalisis.

372Petak kebun
1.085Hektar terpetakan
40Desa
371Petak tidak terindikasi

Angka diperbarui otomatis dari data peta · Luas dihitung dari geometri poligon · Sumber hutan: JRC GFC2020 V4

Tentang Proyek

Hilirisasi Riset untuk Tata Kelola Sawit Rakyat

Proyek ini dikembangkan IPB University melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas – Dorongan Teknologi, sebagai tindak lanjut Pra Studi Kelayakan di Provinsi Riau. Targetnya adalah aplikasi Web-GIS verifikasi yang siap diimplementasikan bersama pemerintah daerah dan kelembagaan petani.

Sasaran

  • Basis data spasial kebun sawit rakyat yang tervalidasi.
  • Pemeriksaan kepatuhan EUDR yang cepat, terdokumentasi, dan dapat diulang.
  • Dukungan perencanaan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan ketelusuran TBS.
  • Antarmuka sederhana yang mudah digunakan koperasi dan dinas.

Mitra

Bappeda Provinsi Riau
Kelompok Tani / Koperasi Sawit
Tim Peneliti

Kolaborasi Interdisiplin

Kebijakan kehutanan dan perkebunan, GIS, pemetaan drone, serta kelembagaan sosial-ekonomi.

DRN

Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc. F.Trop

Ketua Tim Peneliti

SPR

Ir. Supriyanto, S.T.P., M.Kom., Ph.D.

LHZ

Dr.nat.techn. Lukmanul Hakim Zaini, S.Hut., M.Sc.

Lihat Petak Kebun di Peta

Telusuri petak per desa, cek status indikatif EUDR, dan tampilkan layer hutan 2020.

Buka Peta Web-GIS